6100-1202
CZMEDITECH
baja tahan karat medis
CE/ISO:9001/ISO13485
| Tersedianya: | |
|---|---|
Deskripsi Produk
Tujuan dasar dari fiksasi fraktur adalah untuk menstabilkan tulang yang patah, memungkinkan penyembuhan yang cepat pada tulang yang cedera, dan mengembalikan mobilitas dini serta fungsi penuh dari ekstremitas yang cedera.
Fiksasi eksternal adalah teknik yang digunakan untuk membantu menyembuhkan patah tulang yang parah. Jenis perawatan ortopedi ini melibatkan pengamanan fraktur dengan alat khusus yang disebut fixator, yang terletak di luar tubuh. Dengan menggunakan sekrup tulang khusus (biasa disebut pin) yang melewati kulit dan otot, fixator dihubungkan ke tulang yang rusak agar tetap sejajar selama masa penyembuhan.
Perangkat fiksasi eksternal dapat digunakan untuk menjaga tulang yang patah tetap stabil dan sejajar. Alat ini dapat diatur secara eksternal untuk memastikan tulang tetap berada pada posisi optimal selama proses penyembuhan. Alat ini biasa digunakan pada anak-anak dan bila kulit di atas patah tulang telah rusak.
Ada tiga tipe dasar fixator eksternal: fixator uniplanar standar, fixator cincin, dan fixator hybrid.
Berbagai perangkat yang digunakan untuk fiksasi internal secara kasar dibagi menjadi beberapa kategori utama: kabel, pin dan sekrup, pelat, dan paku atau batang intramedulla.
Staples dan klem juga kadang-kadang digunakan untuk osteotomi atau fiksasi fraktur. Cangkok tulang autogenous, allograft, dan pengganti cangkok tulang sering digunakan untuk pengobatan kerusakan tulang karena berbagai penyebab. Untuk patah tulang yang terinfeksi dan juga untuk pengobatan infeksi tulang, butiran antibiotik sering digunakan.
Spesifikasi




blog
Patah tulang tibia dan tulang paha dapat menjadi cedera yang melemahkan sehingga memerlukan perawatan segera dan tepat untuk memastikan penyembuhan dan pemulihan yang tepat. Salah satu pilihan pengobatan yang efektif adalah penggunaan fiksator cincin 2/3, sejenis fiksator eksternal yang memberikan stabilitas pada tulang yang terkena sekaligus memungkinkan penyelarasan dan penyembuhan yang tepat. Pada artikel ini, kita akan mendalami penggunaan fiksator cincin 2/3 untuk patah tulang tibialis dan femur, termasuk manfaat, risiko, dan cara penerapannya.
Fixator cincin 2/3 adalah perangkat yang terdiri dari dua cincin logam melingkar yang dihubungkan oleh dua atau tiga penyangga. Ini digunakan untuk menstabilkan dan menyelaraskan fragmen tulang pada kasus patah tulang kompleks, terutama yang melibatkan tibia dan tulang paha. Fiksator diterapkan secara eksternal, artinya melekat pada fragmen tulang di luar tubuh, memungkinkan penyembuhan dan penyelarasan yang tepat.
Penggunaan 2/3 ring fixator pada patah tulang tibialis dan femur memiliki beberapa manfaat, antara lain:
Peningkatan stabilitas: Fixator memberikan stabilitas yang sangat baik pada fragmen tulang yang terkena, memungkinkan penyelarasan dan penyembuhan yang tepat.
Mengurangi risiko infeksi: Alat fiksasi eksternal lebih kecil kemungkinannya menyebabkan infeksi dibandingkan dengan alat fiksasi internal.
Pemulihan lebih cepat: Penggunaan fiksator cincin 2/3 dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk pemulihan dibandingkan perawatan lainnya.
Jaringan parut minimal: Fiksator diterapkan secara eksternal, artinya hanya ada sedikit atau bahkan tidak ada jaringan parut.
Meskipun 2/3 ring fixator umumnya aman dan efektif, ada beberapa risiko yang mungkin terjadi, termasuk:
Infeksi: Meskipun risiko infeksi lebih rendah dibandingkan perangkat lain, kemungkinan terjadinya infeksi masih ada.
Pin kendor atau patah: Pin yang digunakan untuk memasang fixator ke tulang dapat kendor atau patah sehingga menyebabkan fixator menjadi tidak stabil.
Rasa sakit dan ketidaknyamanan: Fiksator dapat menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan, terutama selama proses pengaplikasian.
Mobilitas terbatas: Fiksator dapat membatasi mobilitas dan aktivitas sehari-hari.
Penerapan fiksator cincin 2/3 merupakan proses kompleks yang memerlukan keahlian profesional medis terlatih. Berikut ini ikhtisar langkah-langkah yang terlibat:
Sebelum mengaplikasikan fixator, pasien akan menjalani beberapa tes diagnostik, termasuk rontgen dan CT scan. Ini akan membantu profesional medis menentukan sejauh mana patah tulang dan merencanakan pengobatan yang tepat.
Profesional medis akan menerapkan fiksator dengan mengebor pin ke dalam fragmen tulang dan menempelkannya ke cincin fiksator. Pin dimasukkan ke dalam tulang melalui sayatan kecil yang dibuat di kulit.
Setelah fiksator dipasang, ahli medis akan menyesuaikannya untuk memastikan keselarasan dan stabilitas yang tepat. Ini mungkin memerlukan pengencangan atau pelonggaran pin atau penyangga.
Setelah fiksator dipasang, pasien akan diawasi secara ketat untuk mengetahui tanda-tanda infeksi atau komplikasi lainnya. Profesional medis juga akan melakukan rontgen secara teratur untuk memastikan penyembuhan dan penyelarasan yang tepat.
Fiksator cincin 2/3 adalah pilihan pengobatan yang efektif untuk patah tulang tibialis dan femur, memberikan stabilitas dan kesejajaran sekaligus mengurangi risiko infeksi dan jaringan parut. Walaupun terdapat beberapa risiko, namun secara umum risiko tersebut tidak sebanding dengan manfaatnya. Jika Anda menderita patah tulang dan dokter Anda merekomendasikan fiksator cincin 2/3, penting untuk mendiskusikan risiko dan manfaatnya dengan mereka dan mengikuti panduan mereka untuk perawatan dan pemantauan yang tepat.
Berapa lama fixator cincin 2/3 harus tetap di tempatnya?
Lamanya waktu yang dibutuhkan fixator untuk tetap berada di tempatnya bergantung pada tingkat keparahan dan lokasi fraktur. Ini bisa berkisar dari beberapa minggu hingga beberapa bulan.
Apakah pemasangan fiksator cincin 2/3 memerlukan pembedahan?
Tidak, penerapan fiksator cincin 2/3 tidak memerlukan pembedahan. Ini diterapkan secara eksternal pada fragmen tulang.
Bisakah fixator dilepas setelah tulang sembuh?
Ya, fixator bisa dilepas setelah tulang sembuh. Ini biasanya dilakukan dengan anestesi lokal dan merupakan prosedur yang relatif sederhana.
Bagaimana cara merawat fixator saat masih terpasang?
Penting untuk mengikuti petunjuk dokter Anda untuk perawatan dan pemeliharaan fixator, termasuk pembersihan rutin dan pemantauan tanda-tanda infeksi.
Apakah saya dapat melanjutkan aktivitas normal saat fiksator terpasang?
Fiksator mungkin membatasi mobilitas dan aktivitas sehari-hari, namun dokter Anda akan memberikan panduan tentang aktivitas apa yang aman dan tepat selama fiksator dipasang.