Deskripsi Produk
CZMEDITECH Temporal Fossa Interlink Plate adalah solusi anatomi siap pakai untuk rekonstruksi cacat tengkorak.
Implan steril yang tersedia dan siap digunakan
Bentuk anatomi berdasarkan kajian ilmiah dan data klinis1
Berkontur untuk mengurangi waktu pembengkokan & prosedur2
Solusi ekonomi dengan hasil estetis
Pilihan komprehensif untuk memperbaiki cacat tengkorak.
Sementara (kiri/kanan)
Frontotemporal (kiri/kanan)
Frontal
Universal
Berbentuk Anatomi
Berdasarkan penelitian terhadap 80 pasien, data CT klinis menunjukkan rata-rata statistik fitur anatomi tengkorak untuk menentukan kontur spesifik dari implan mesh1.
CZMEDITECH CMF kemudian mengidentifikasi lokasi umum dan ukuran cacat tengkorak berdasarkan pengalaman kami dalam mengembangkan implan tengkorak.
Dengan menggabungkan hasil penelitian ini, implan kaku dan berbentuk anatomi Temporal Fossa Interlink Plate dibuat menggunakan proses eksklusif yang dirancang untuk menciptakan kontur halus tanpa bengkok atau tertekuk.
Implan Temporal Fossa Interlink Plate, siap digunakan dengan cacat tengkorak sedang hingga besar untuk kebutuhan rekonstruksi tengkorak Anda.
Pelat Interlink Fossa Temporal adalah solusi anatomis yang siap digunakan untuk rekonstruksi cacat tengkorak.
Implan steril yang tersedia dan siap digunakan
Bentuk anatomi berdasarkan studi ilmiah dan data klinis
Berkontur untuk mengurangi waktu pembengkokan & prosedur
Solusi ekonomi dengan hasil estetis
| Nama | REF | Keterangan |
| Pelat Pori Kranial-III (Ketebalan: 0,6mm) | 3000-0152 | 12mm |
| 3000-0153 | 16mm | |
| 3000-0154 | 18mm | |
| 3000-0155 | 22mm |
blog
Dalam hal pengobatan cedera kepala parah, cranial interlink plate (CIP) telah muncul sebagai pilihan yang menjanjikan. Perangkat medis ini dirancang untuk membantu menstabilkan tengkorak dan mempercepat penyembuhan, mengurangi risiko komplikasi, dan meningkatkan hasil akhir pasien. Pada artikel ini, kita akan melihat lebih dekat apa itu pelat interlink kranial, cara kerjanya, dan siapa saja yang mendapat manfaat dari perawatan ini.
Pelat interlink kranial adalah jenis perangkat medis yang digunakan untuk menstabilkan tengkorak setelah cedera kepala parah. Alat ini terdiri dari serangkaian pelat logam yang dihubungkan dengan batang atau sekrup, sehingga menciptakan kerangka yang dapat membantu menopang tengkorak selama proses penyembuhan. Pelatnya biasanya terbuat dari titanium, logam kuat dan ringan yang cocok untuk aplikasi medis.
Fungsi utama pelat penghubung tengkorak adalah membantu menstabilkan tengkorak dan mempercepat penyembuhan. Jika tengkorak retak atau rusak, ada risiko otak juga ikut rusak. Dengan menstabilkan tengkorak, pelat penghubung tengkorak dapat membantu mengurangi risiko ini dan meningkatkan peluang pemulihan penuh.
Pelat interlink kranial bekerja dengan memberikan dukungan struktural pada tengkorak. Pelat diposisikan di atas area tengkorak yang terkena dan diamankan dengan sekrup atau batang. Hal ini menciptakan kerangka yang dapat membantu menahan tengkorak pada tempatnya, mengurangi risiko kerusakan lebih lanjut dan memungkinkan tulang pulih dengan baik.
Pelat interlink kranial biasanya digunakan pada kasus di mana telah terjadi cedera kepala parah. Ini mungkin termasuk cedera akibat jatuh, kecelakaan mobil, atau peristiwa traumatis lainnya. Pasien yang menderita patah tulang tengkorak atau jenis cedera kepala lainnya mungkin merupakan kandidat yang baik untuk perawatan ini.
Selain itu, pelat interlink kranial dapat digunakan jika terdapat risiko kerusakan lebih lanjut pada otak atau jaringan di sekitarnya. Dengan menstabilkan tengkorak, perangkat ini dapat membantu mengurangi risiko komplikasi dan meningkatkan hasil pengobatan pasien.
Proses penanaman pelat interlink kranial biasanya dimulai dengan evaluasi menyeluruh oleh ahli bedah saraf. Ini mungkin termasuk tes pencitraan, seperti CT scan atau MRI, untuk membantu menentukan tingkat kerusakan dan merencanakan operasi.
Selama operasi itu sendiri, pasien dibius total. Sayatan kecil dibuat di kulit kepala, dan area tengkorak yang rusak terlihat. Pelat penghubung tengkorak kemudian diposisikan di atas area yang terkena, dan sekrup atau batang digunakan untuk mengamankannya pada tempatnya.
Setelah operasi, pasien mungkin perlu tinggal di rumah sakit selama beberapa waktu untuk memantau pemulihannya. Dalam kebanyakan kasus, pasien dapat kembali beraktivitas normal dalam beberapa minggu atau bulan, tergantung pada tingkat cedera yang mereka alami.
Seperti halnya jenis operasi apa pun, terdapat risiko dan komplikasi yang terkait dengan pelat interlink kranial. Ini mungkin termasuk infeksi, pendarahan, dan kerusakan jaringan di sekitarnya. Pasien harus mendiskusikan potensi risiko dan manfaat pengobatan ini dengan dokter bedahnya sebelum menjalani prosedur.
Pelat interlink kranial merupakan pilihan yang menjanjikan bagi pasien yang menderita cedera kepala parah. Perangkat medis ini dapat membantu menstabilkan tengkorak dan mempercepat penyembuhan, mengurangi risiko komplikasi, dan meningkatkan hasil akhir pasien. Jika Anda atau orang yang Anda kasihi mengalami cedera kepala, bicarakan dengan dokter Anda untuk mengetahui apakah pelat interlink kranial merupakan pilihan yang baik untuk Anda.