M-09
CZMEDITECH
baja tahan karat medis
CE/ISO:9001/ISO13485
| Tersedianya: | |
|---|---|
Video Produk
Spesifikasi
|
SPESIFIKASI
|
KONGIFURASI STANDAR
|
||
|
Tegangan Masukan
|
110V-220V
|
alat genggam
|
1 buah
|
|
Tegangan baterai
|
14.4V
|
pengisi daya
|
1 buah
|
|
Kapasitas Baterai
|
Opsional
|
Baterai
|
2 buah
|
|
Kecepatan Bor
|
800rpm
|
Cincin transfer baterai aseptik
|
2 buah
|
|
Suhu Sterilisasi
|
135℃
|
Latihan Kraniotomi
|
3 buah
|
|
Mata bor
|
6,9,12mm
|
Kasus aluminium
|
1 buah
|
Fitur & Manfaat

Gambar Sebenarnya

blog
Bedah saraf merupakan bidang yang memerlukan ketelitian dan ketelitian dalam segala aspek, mulai dari diagnosis hingga pengobatan. Peralatan yang digunakan dalam bedah saraf harus andal dan efisien, sehingga menjamin keselamatan pasien selama prosedur. Salah satu alat penting dalam bedah saraf adalah bor kraniotomi, yang digunakan untuk membuat lubang di tengkorak selama operasi otak. Namun, bor konvensional memiliki keterbatasan dalam hal keamanan dan presisi, yang dapat menyebabkan komplikasi parah selama pembedahan. Di sinilah latihan kraniotomi yang berhenti sendiri berperan.
Bor kraniotomi yang berhenti sendiri adalah alat bedah generasi baru yang dirancang untuk meningkatkan keamanan dan presisi selama operasi otak. Berbeda dengan bor konvensional, bor yang dapat berhenti sendiri dapat mendeteksi ketika mencapai lapisan dalam tengkorak dan berhenti secara otomatis. Fitur ini mengurangi risiko kerusakan jaringan atau pembuluh darah otak yang halus dan memastikan bor tidak masuk terlalu jauh ke dalam tengkorak, sehingga mencegah cedera pada batang otak.
Bor kraniotomi yang berhenti sendiri bekerja dengan menggunakan kombinasi sensor tekanan dan indikator kedalaman. Sensor tekanan mendeteksi resistensi tengkorak dan mengirimkan sinyal ke indikator kedalaman, yang mengukur jarak dari lapisan luar tengkorak ke lapisan dalam. Saat bor mencapai lapisan dalam tengkorak, sensor tekanan mendeteksi penurunan resistensi secara tiba-tiba, dan bor berhenti secara otomatis, mencegah kerusakan lebih lanjut.
Bor kraniotomi yang berhenti sendiri memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan bor konvensional.
Latihan yang dapat berhenti sendiri mengurangi risiko kerusakan jaringan atau pembuluh darah otak yang halus, sehingga mencegah komplikasi parah selama operasi. Ini memastikan bor tidak masuk terlalu jauh ke dalam tengkorak, sehingga mencegah cedera pada batang otak.
Indikator kedalaman pada bor yang berhenti sendiri memberikan pengukuran jarak yang akurat antara lapisan luar dan dalam tengkorak, memastikan presisi selama operasi. Fitur ini mengurangi risiko pengeboran terlalu dalam atau terlalu dangkal, yang dapat mempengaruhi keberhasilan operasi.
Bor yang berhenti sendiri adalah alat yang menghemat waktu karena mengurangi kebutuhan pengukuran dan penyesuaian berulang selama operasi. Ini juga meminimalkan waktu yang dibutuhkan untuk prosedur pembedahan, menjadikannya alat yang berharga bagi ahli bedah.
Ketepatan dan akurasi latihan yang dapat berhenti sendiri mengurangi risiko komplikasi, yang dapat memakan biaya besar untuk pengelolaannya. Hal ini membuat latihan berhenti sendiri menjadi alat yang hemat biaya dalam bedah saraf.
Meskipun latihan kraniotomi yang berhenti sendiri memiliki banyak kelebihan, namun juga memiliki beberapa keterbatasan.
Bor yang dapat berhenti sendiri memerlukan operator terampil yang dapat menggunakan alat ini secara efektif selama operasi. Penting untuk memiliki personel terlatih yang dapat menafsirkan indikator kedalaman secara akurat dan menggunakan bor dengan aman.
Latihan kraniotomi yang dapat berhenti sendiri lebih mahal dibandingkan latihan konvensional, sehingga kurang dapat diakses oleh fasilitas medis kecil dengan anggaran terbatas.
Bor kraniotomi yang dapat berhenti sendiri masih merupakan teknologi baru dan ketersediaannya terbatas. Obat ini belum tersedia secara luas, sehingga membatasi penggunaannya dalam bedah saraf.
Latihan kraniotomi yang dapat berhenti sendiri adalah teknologi menjanjikan yang berpotensi merevolusi bedah saraf. Ini memberikan peningkatan keamanan, presisi, dan manfaat penghematan waktu bagi ahli bedah dan pasien. Seiring dengan berkembangnya teknologi dan ketersediaannya yang lebih luas, teknologi ini mungkin menjadi alat standar dalam bedah saraf.
Latihan kraniotomi yang berhenti sendiri adalah alat bedah generasi baru yang menawarkan peningkatan keamanan, presisi, dan manfaat penghematan waktu bagi ahli bedah saraf dan pasiennya. Kemampuannya untuk mendeteksi lapisan dalam tengkorak dan berhenti secara otomatis mengurangi risiko kerusakan jaringan atau pembuluh darah halus di otak, sehingga menjamin keselamatan pasien selama operasi. Indikator kedalaman bor kraniotomi yang berhenti sendiri memberikan pengukuran jarak yang akurat antara lapisan luar dan dalam tengkorak, memastikan presisi selama operasi. Meskipun latihan kraniotomi yang dapat berhenti sendiri masih merupakan teknologi baru dengan beberapa keterbatasan, latihan ini mempunyai potensi untuk merevolusi bedah saraf karena semakin banyak tersedia.
Bagaimana latihan kraniotomi yang berhenti sendiri meningkatkan keamanan selama operasi otak? Bor kraniotomi yang berhenti sendiri mendeteksi lapisan dalam tengkorak dan berhenti secara otomatis, mengurangi risiko kerusakan jaringan atau pembuluh darah halus di otak dan memastikan keselamatan pasien selama operasi.
Bagaimana latihan kraniotomi yang berhenti sendiri meningkatkan presisi selama operasi otak? Indikator kedalaman bor kraniotomi yang berhenti sendiri memberikan pengukuran jarak yang akurat antara lapisan luar dan dalam tengkorak, memastikan presisi selama operasi dan mengurangi risiko pengeboran terlalu dalam atau terlalu dangkal.
Apakah latihan kraniotomi yang dapat berhenti sendiri ini hemat biaya? Ya, latihan kraniotomi yang berhenti sendiri ini hemat biaya karena mengurangi risiko komplikasi, yang penanganannya mungkin mahal.
Siapa yang dapat mengoperasikan latihan kraniotomi yang dapat berhenti sendiri? Bor kraniotomi yang dapat berhenti sendiri memerlukan operator terampil yang dapat menggunakan alat ini secara efektif selama operasi. Penting untuk memiliki personel terlatih yang dapat menafsirkan indikator kedalaman secara akurat dan menggunakan bor dengan aman.
Apakah bor kraniotomi yang dapat berhenti sendiri tersedia secara luas? Bor kraniotomi yang dapat berhenti sendiri masih merupakan teknologi baru dan ketersediaannya terbatas. Namun, seiring berkembangnya teknologi, alat ini mungkin menjadi alat standar dalam bedah saraf.