Deskripsi Produk
| Nama | REF | Keterangan |
| Pelat L 2,0 mm 6 lubang (Ketebalan: 0,8 mm) | 2120-0160 | Kecil 28mm |
| 2120-0161 | Sedang 32mm | |
| 2120-0162 | Besar 36mm |
• Bagian batang penghubung pelat memiliki garis etsa setiap 1 mm, sehingga mudah dicetak.
• produk berbeda dengan warna berbeda, nyaman untuk pengoperasian dokter
Sekrup pengeboran mandiri φ2.0mm
Sekrup sadap sendiri φ2,0 mm
Dokter mendiskusikan rencana operasi dengan pasien, melakukan operasi setelah pasien menyetujui, melakukan perawatan ortodontik sesuai rencana, menghilangkan gangguan pada gigi, dan memungkinkan operasi untuk memindahkan segmen tulang yang dipotong dengan lancar ke posisi koreksi yang dirancang.
Sesuai dengan situasi spesifik perawatan ortognatik, evaluasi dan tebak rencana pembedahan, dan sesuaikan jika perlu.
Persiapan pra operasi dilakukan untuk pasien, dan analisis lebih lanjut dilakukan mengenai rencana pembedahan, efek yang diharapkan, dan kemungkinan masalah.
Pasien menjalani operasi ortognatik.
blog
Fraktur dan cedera maksilofasial dapat menyebabkan gangguan estetika dan fungsional yang signifikan sehingga mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Untuk mengembalikan fungsi dan estetika yang tepat, rencana perawatan melibatkan intervensi bedah yang memerlukan penggunaan perangkat khusus seperti pelat maksilofasial. Pelat maksilofasial 2.0 merupakan perangkat medis yang banyak digunakan dan telah menjadi standar dalam pengobatan patah tulang maksilofasial. Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang fungsi, penempatan, dan manfaat pelat maksilofasial 2.0.
Pelat maksilofasial 2.0 merupakan pelat titanium dengan ketebalan 2.0 milimeter yang dirancang khusus untuk perawatan patah tulang maksilofasial. Ini adalah perangkat medis yang memberikan fiksasi fragmen tulang yang stabil, sehingga memungkinkan penyembuhan dan pemulihan fungsi yang tepat. Pelat tersebut tersedia dalam berbagai bentuk dan ukuran, bergantung pada lokasi dan luasnya retakan.
Fungsi utama pelat maksilofasial 2.0 adalah memberikan stabilitas pada fragmen tulang yang retak. Hal ini dicapai dengan menyatukan fragmen-fragmen tersebut, memungkinkan terjadinya penyembuhan yang tepat. Pelat tersebut juga membantu menjaga hubungan anatomi normal antara fragmen yang retak, sehingga mencegah segala kelainan bentuk yang mungkin timbul selama proses penyembuhan.
Pelat maksilofasial 2.0 dapat digunakan di berbagai area wajah, termasuk mandibula, maksila, lengkung zygomatik, dan dasar orbital. Fleksibilitas dan kemudahan penggunaannya menjadikannya pilihan populer di kalangan ahli bedah untuk pengobatan patah tulang maksilofasial.
Penempatan pelat maksilofasial 2.0 memerlukan prosedur pembedahan yang dilakukan dengan anestesi umum. Pendekatan bedah dan teknik yang digunakan bergantung pada lokasi dan luasnya fraktur. Pelat dipasang ke tulang menggunakan sekrup yang terbuat dari bahan yang sama dengan pelat.
Sekrup ditempatkan melalui lubang yang sudah dibor sebelumnya di pelat dan ke dalam fragmen tulang. Jumlah dan penempatan sekrup bergantung pada ukuran dan bentuk pelat, serta lokasi dan luas retakan.
Penggunaan pelat maksilofasial 2.0 memiliki beberapa manfaat. Pertama, ini memberikan fiksasi fragmen tulang yang stabil, memungkinkan terjadinya penyembuhan yang tepat. Hal ini memberikan hasil fungsional yang lebih baik dan mengurangi risiko komplikasi.
Kedua, penggunaan pelat maksilofasial 2.0 memungkinkan mobilisasi pasien secara dini, sehingga mengurangi lama rawat inap di rumah sakit dan mempercepat pemulihan.
Ketiga, penggunaan pelat maksilofasial 2.0 memiliki insiden komplikasi yang rendah seperti infeksi dan kegagalan perangkat keras. Hal ini disebabkan oleh biokompatibilitas bahan titanium yang digunakan, sehingga mengurangi risiko reaksi merugikan.
Terlepas dari manfaatnya, penggunaan pelat maksilofasial 2.0 dapat menyebabkan beberapa komplikasi. Ini termasuk infeksi, kegagalan perangkat keras, dan paparan implan. Infeksi dapat terjadi jika bakteri menyerang lokasi pembedahan dan menyebabkan infeksi. Kegagalan perangkat keras dapat terjadi karena sekrup kendor atau patah, sehingga memerlukan operasi revisi. Paparan implan dapat terjadi karena dehiscence luka atau nekrosis jaringan, yang mungkin memerlukan intervensi bedah lebih lanjut.
Kesimpulannya, pelat maksilofasial 2.0 merupakan salah satu alat kesehatan yang berperan penting dalam pengobatan patah tulang maksilofasial. Fungsi utamanya adalah untuk memberikan fiksasi fragmen tulang yang stabil, memungkinkan penyembuhan dan pemulihan fungsi yang tepat. Pelat ini mudah digunakan dan serbaguna, menjadikannya pilihan populer di kalangan ahli bedah. Manfaat penggunaan pelat maksilofasial 2.0 mencakup hasil fungsional yang lebih baik, pemulihan lebih cepat, dan insiden komplikasi yang rendah. Namun, penting untuk diingat bahwa komplikasi masih mungkin terjadi, dan pasien harus diawasi secara ketat setelah operasi.
Terbuat dari apakah pelat maksilofasial 2.0?
Pelat maksilofasial 2.0 terbuat dari titanium, yang merupakan bahan biokompatibel yang mengurangi risiko reaksi merugikan.
Apakah penempatan pelat maksilofasial 2.0 menyakitkan?
Pemasangan pelat maksilofasial 2.0 dilakukan dengan anestesi umum, sehingga pasien tidak merasakan nyeri selama prosedur berlangsung. Rasa sakit dan ketidaknyamanan setelah operasi dapat diatasi dengan pengobatan.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan tulang untuk pulih setelah pemasangan pelat maksilofasial 2.0?
Waktu yang dibutuhkan tulang untuk pulih bergantung pada lokasi dan luasnya patah tulang, serta kesehatan pasien secara keseluruhan. Diperlukan waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan hingga penyembuhan total terjadi.
Bisakah pelat maksilofasial 2.0 dilepas setelah tulang sembuh?
Pelat maksilofasial 2.0 dapat dilepas setelah tulang sembuh total. Namun, keputusan untuk melepas pelat tersebut didasarkan pada beberapa faktor, termasuk gejala pasien, risiko komplikasi, dan pilihan dokter bedah.
Apakah ada alternatif lain selain pelat maksilofasial 2.0 untuk pengobatan patah tulang maksilofasial?
Ya, ada beberapa alternatif selain pelat maksilofasial 2.0, termasuk kabel, sekrup, dan jenis pelat lainnya. Pilihan pengobatan tergantung pada lokasi dan luasnya fraktur, serta pilihan dokter bedah.